Showing posts with label audiopro. Show all posts
Showing posts with label audiopro. Show all posts

Wednesday, 7 May 2025

"TAKUT AH!": SUARA HOROR - by: Michael Gunadi | Staccato, May 2025

“TAKUT AH!”
SUARA HOROR
By: Michael Gunadi
Staccato, May 2025


Dalam dunia perfilman, hanya sedikit genre musik yang memiliki kekuatan untuk memikat penonton dan sekaligus membuat mereka gemetar. Salah satunya adalah musik film horor. Terlebih dahulu ada baiknya kita menelisik dengan sedikit agak cermat, apa sih yang membuat rasa takut itu muncul saat kita menonton film horor? Ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap pengalaman ini, salah satu elemen yang sering diabaikan namun sangat diperlukan adalah musiknya.

 

Dalam dunia pembuatan film, tujuan utamanya adalah untuk melibatkan penonton pada tingkat emosional, dan untuk tujuan ini, tidak ada genre yang mencapai hal tersebut secara lebih intens daripada horor. Film horor dirancang untuk membangkitkan ketakutan dan ketegangan, yang bertujuan untuk meninggalkan dampak jangka panjang pada penonton, lama setelah kredit filmnya sudah diputar. Untuk mencapai hal ini, pembuat film harus mendalami psikologi ketakutan. Jadi, mari kita lihat apa itu psikologi rasa takut dan bagaimana musik horor memainkan peran penting di dalamnya.

Sunday, 5 June 2022

Pukul Memukul Menghantam Layar - by: Michael Gunadi | Staccato, June 2022

PUKUL MEMUKUL
MENGHANTAM LAYAR
By: Michael Gunadi
Staccato, June 2022


ARTI PERKUSI

Ahh... Anda pasti kenal Percussion atau Perkusi. Arti Perkusi itu sendiri adalah memukul sebuah obyek. Memukul, bukan memukuli ya. Istilah perkusi sebetulnya tidak melulu digunakan pada alat musik. Dalam ranah kedokteran, saat seorang Dokter melakukan Tes Fisik Interna


l, ada juga teknik perkusi. Lazimnya adalah ketika seorang dokter, dengan teknik tertentu, memukul-mukul area sekitar perut dan mendengarkan bunyinya untuk memeriksa kelainannya. Dalam ranah musik, alat musik Perkusi, diberi batasan sebagai:  alat musik yang dibunyikan dengan cara dipukul atau digesek oleh pemukul. Dalam hal ini, termasuk  kerincingan yang dipukul, digesek atau digosok dengan tangan. Keluarga alat musik perkusi, diyakini termasuk instrumen musik tertua.

Dalam ranah musik, keluarga Perkusi, dapat digabung dan bergabung malahan dalam bentuk Orkestra. Bagian perkusi orkestra, paling sering berisi instrumen seperti timpani, snare drum, bass drum, simbal, segitiga/triangle dan rebana. Seringkali, dan ini sangat lazim, bagian atau seksi perkusi semacam itu, juga diisi oleh instrumen non-perkusi, seperti misalnya:  peluit dan sirene, atau cangkang keong yang ditiup. 

Monday, 28 February 2022

Balada Headphone - by: Michael Gunadi | Staccato, March 2022

BALADA HEADPHONE
By: Michael Gunadi
Staccato, March 2022


Pandemi COVID-19 memang menabur beberapa perubahan yang memang memaksa manusia untuk “berubah”. Salah satu diantaranya adalah konsep tentang pertemuan. Pertemuan tak lagi dimaknai sebagai bertemu bertatap muka secara fisik. Melainkan saling jumpa melalui media. Layar kaca yang kadang hanya seiprit. Hal ini berlaku di semua segi kehidupan. Orang semakin individual. Karena berakrab akrab, apalagi dalam jumlah yang relatif banyak, merupakan resiko yang akan teramat mahal.

 

Keadaan seperti demikian, semakin mengukuhkan private area, yang dalam batas tertentu juga merupakan isolation area. Tak terkecuali dalam ranah seni. Seni, khususnya musik, tak lagi dipandang sebagai tontonan massal. Seni memiliki dimensi baru. Sebuah perjalanan rasa, pengalaman estetis dan pergumulan manusia dengan entitas keindahan melalui ruang yang sangat pribadi. Di titik inilah, Balada headphone menjadi kisah yang tak terpisahkan dari hiruk pikuknya rona relung kehidupan manusia modern. Keberadaan headphone, memang bukan karena Pandemi COVID-19. Namun, Pandemi inilah yang makin mengukuhkan cengkeraman headphone pada realita aktifitas manusia saat ini.

Tuesday, 23 July 2019

REFERENSI EQ & COMPRESSION | Audiopro, July 2019

“REFERENSI EQ & COMPRESSION”
Audio Pro, Juli 2019
by: Michael Gunadi


Terlebih dahulu akan diberikan batasan tentang istilah EQ dan COMPRESSION. Batasan yang bukan sebagai makna istilah. Melainkan batasan agar diperoleh pemahaman yang lebih utuh tentang apa yang akan dreferensikan dan bagaimana penerapannya.

EQ
Dalam ranah audio professional, istilah EQ mengacu pada satu proses, yakni proses manipulasi Bukan sekedar perubahan, melainkan manipulasi. Manipulasi dari perimbangan atau balans komponen frekuensi dalam sebuah sinyal audio. Mengapa perlu ada manipulasi balans frekuensi? Begini ceritanya.

Telinga manusia, bisa mengenali sinyal audio dalam rentang frekuensi antara 20 Hz sampai 20 kHz. Mohon diperhatikan bahwa istilah yang dipakai adalah mengenali (detect) dan bukan hanya mendengar (Hear/capturing sound). Rentang frekuensi yang mampu dikenali telinga manusia, jika dijabarkan berdasar spectrum gelombang nya, akan didapat pembagian semacam ini. 

Dalam spectrum gelombang semacam itulah kemudian telinga manusia mampu mengenali TIMBRE atau warna bunyi. Adanya timbre inilah, yang menjadikan telinga mengenali bunyi gitar listrik. Piano. Kendhang Jawa dan suara manusia Dalam kenyataannya, banyak bunyi dan suara yang mengalir dalam frekuensi yang sama. 

Friday, 24 March 2017

ATURAN UMUM DALAM MIKING - by: Michael Gunadi Widjaja (Audiopro, February 2017)

ATURAN UMUM DALAM MIKING
by: Michael Gunadi Widjaja
Audiopro, February 2017


DEFINISI ATURAN UMUM
Aturan Umum yang dimaksud dalam artikel ini adalah padanan dalam bahasa Indonesia untuk istilah GENERAL RULE. Aturan-aturan ini sekilas nampak sederhana dan terkesan bersifat umum semata. Namun dari berbagai testimoni dan penjelasan para sound engineering terkemuka, dapat ditengarai bahwa meski nampak sederhana dan umum, sangat diperlukan dalam pengaturan sistem tata bunyi. Terutama ketika kita berurusan dengan piranti musik yang bersifat akustik.

Sebetulnya tidak ada tetapan baku untuk aturan umum dalam miking. Tiap sound engineering, apalagi yang sudah memiliki pengalaman luas, akan memiliki standarisasi dan standardisasi bagi general rule nya. Yang tersaji dalam artikel ini adalah general rule yang saya tengarai sangat lazim dianut oleh beberapa sound engineering dalam praktek nya.


SISTEM TATA BUNYI (SOUND SYSTEM)
Proses MIKING, dapat dikatakan adalah mata rantai kedua dalam keseluruhan proses reproduksi bunyi. Proses ini terangkum dalam sistem yang dikenal sebagai Sistem Tata Bunyi atau SOUND SYSTEM. TIDAK ADA ATURAN BAKU dalam proses miking. Juga TIDAK PERNAH ADA proses miking yang ideal, apalagi sempurna. Semuanya sangat bergantung pada SELERA. Dan selera ini berada dalam lingkup macam instrumen, jenis musik, karakter pemusiknya.

Friday, 24 February 2017

KALA BUNYI MERAMBAT - by: Michael Gunadi (Audiopro, January 2017)

“KALA BUNYI MERAMBAT”
By: Michael Gunadi Widjaja
Audiopro, January 2017


SIFAT BUNYI
Terlebih dahulu perlu sedikit dipahami bahwa BUNYI, dalam ranah bacaan audio, memiliki sifat dapat MERAMBAT (PROPAGATE) dan bukan mengalir. Pengertian ini, bukan perkara semantik belaka. Namun juga angat berpengaruh pada tinjauan bunyi secara fisik. Jadi jelas, bahwa bunyi adalah perwujudan GELOMBANG dan melakukan gerakan dengan cara MERAMBAT yang tentu menjadi berbeda dengan sifat air yang MENGALIR.

Lingkup paparan ini adalah tentang apa yang terjadi saat bunyi merambat. Hal ini menjadi layak ditengok, sehubungan dengan interaksi hasil reproduksi bunyi terhadap ruang dimana bunyi itu dihadirkan. Zaman sekarang ini sudah ada DIGITAL AUDIO WORKSTATION (DAW).


Dalam tiap DAW, bahkan yang paling sederhana sekalipun, terdapat apa yang dinamakan  DIGITAL SIGNAL PROCESSOR (DSP). DSP ini, dari namanya, jelas sebuah piranti pemroses signal bunyi secara digital. Apa yang diproses? Interaksi signal bunyi, yang adalah gelombang terhadap ruang. DSP yang canggih malahan dapat membuat simulasi sebuah ruang, sampai pada keadaan yang hanya dapat dibayangkan atau Imaginary Scenary Space.

Friday, 6 January 2017

SEXY SAX - MIKING SAXOPHONE - by: Michael Gunadi Widjaja (Audio Pro, December 2016)

“SEXY SAX”
MIKING SAXOPHONE
by: Michael Gunadi Widjaja
Audio Pro, December 2016


SAXOPHONE: LUWES UNTUK SEGALA GENRE
Mengapa saxophone yang saya angkat menjadi topik bahasan artikel ini? Mengapa bukan trumpet, horn, trombone, ataupun alat musik tiup lainnya? Jawabannya karena bagi saya, dan dari pandangan saya, saxophone adalah alat musik yang paling VERSATILE. Luwes untuk memainkan musik apapun genrenya.

Kita tentu masih sangat maklum, ranah Musik Jazz hampir dipadati dengan saxophone. Baik sebagai solo, combo, big band, maupun orkestra Jazz. Musik Pop pun tak luput dari jamahan saxophone sebagai nuansa plus. Bahkan Musik Klasik dan orkes simfoni klasik, juga menyertakan kehadiran aktif dari saxophone.

KARAKTER SAXOPHONE
Saxophone adalah hasil rancangan ADOLPHE SAX. Yang menarik adalah, bahwa ide dasar rancangan saxophone adalah: WOODWIND INSTRUMENT WITH BRASS POWER. Alat musik tiup KAYU dengan power alat musik tiup LOGAM. Apa artinya? Artinya saxophone adalah alat musik tiup yang dalam dirinya berpadu eksotisme kayu dan keperkasaan logam. Dan memang, awalnya saxophone diberi nama sebagai BASS HORN. Barulah pada 1946, saat Adolphe Sax mempatenkan karyanya, nama alatnya berubah menjadi saxophone.

Wednesday, 2 September 2015

MICROPHONE UNTUK INSTRUMEN AKUSTIK - by: Michael Gunadi Widjaja (Audiopro, Agustus 2015)

"MICROPHONE UNTUK 
INSTRUMEN AKUSTIK"
by: Michael Gunadi Widjaja
Audiopro, August 2015

Sumber: Audiopro, Agustus 2015

Instrumen akustik, seperti gitar klasik dan piano misalnya, memiliki kemampuan untuk memperkaya TIMBRE atau “warna” bunyinya. Perubahan timbre ini bisa dilakukan melalui instrumen itu sendiri. Misalnya perubahan sudut dan titik eksekusi petikan pada dawai gitar klasik nilon. Atau bisa juga dilakukan sehubungan dengan jarak dan posisi microphone. 

Pada saat pertunjukan panggung atau sesi rekaman, penting bagi penata bunyi atau sound engineer untuk memadukan antara image timbre yang dihasilkan instrument tersebut dengan keseluruhan image bunyi hasil reproduksinya. Jadi, sebetulnya sangat dibutuhkan sebuah microphone yang mampu bertindak juga sebagai EQUALIZER tingkat pertama terhadap sumber bunyi. Microphone demikian akan sangat membantu sound engineer dalam melakukan pengaturan balance antara treble, bass, dan middle, juga ketebalan bunyi serta seberapa besar kadar keakustikan yang ingin diekspos. Misalnya geseran jari pada fret gitar atau nuansa bunyi kayu pada piano akustik.

Tuesday, 30 June 2015

"KONTRIBUSI MIXER DIGITAL PADA PEMENTASAN OUTDOOR" - by: Michael Gunadi (Audiopro, June 2015)

"KONTRIBUSI MIXER DIGITAL 
PADA PEMENTASAN OUTDOOR"
by: Michael Gunadi Widjaja
Audiopro, June 2015 (P. 40-41)

 
 Sumber:

Terlebih dahulu, akan dipaparkan apa saja keperluan utama dan krusial dalam sebuah pementasan outdoor.

Wednesday, 21 August 2013

"MIXING GITAR KLASIK" (AudioPro Juli 2013) - by: Michael Gunadi Widjaja

"MIXING GITAR KLASIK"
(Artikel AudioPro Juli 2013)
by: Michael Gunadi Widjaja



Semesta pembicaraan dalam tulisan ini adalah dua istilah, yakni MIXING dan GITAR KLASIK. Yang dimaksud gitar klasik dalam tulisan ini adalah gitar akustik dengan dawai nylon. Gitar semacam ini ada yang akustik sejati, adapula yang akustik elektrik. Dalam arti terdapat sirkuit elektronik dalam body gitar - baik yang berfungsi sebagai pre amplifikasi, maupun yang berupa embedded microphone.

Bunyi gitar klasik memiliki tantangan tersendiri dalam rangkaian proses mixing. Sebagaimana piranti akustik pada umumnya, gitar klasik memiliki kemungkinan bagi eksplorasi bunyi. Hasil eksplorasi bunyi tersebut berupa TONE COLOR atau warna bunyi. Tone color ini sangat berbeda dengan TIMBRE yang adalah bunyi asli si piranti. Tone color inilah yang nantinya dalam proses mixing, semestinya bisa terdengar dengan semestinya. Selain tone color, piranti akustik senantiasa menyertakan frekuensi harmonic dari sebuah nada yang dihasilkan. Frekuensi harmonic ini lah yang membuat bunyi piranti akustik terkesan lebih hidup. Lebih hidup dalam artian warm and thick, lebih hangat dan tebal. Parameter semacam ini memang bisa sangat subyektif. Namun seberapa pun subyektifitas membayangi, warm and thick pada akustik tetap akan terasa, apalagi jika dipersandingkan dengan piranti elektronik. Selain dua hal tersebut, yang membuat piranti akustik menjadi khas adalah bunyi material piranti itu sendiri. Misalnya gesekan jari pada dawai dan getaran body gitar saat dawai terpetik saat dipetik.

Monday, 10 June 2013

"Synthesizer AnalogArtikel Audio Pro, Mei 2013

"SYNTHESIZER ANALOG, 
DIGITAL, dan HYBRID"
Oleh: Michael Gunadi Widjaja
Artikel Audio Pro, Mei 2013


Tulisan ini akan memaparkan perbedaan dasar antara synthesizer analog, digital, dan hybrid. Paparan tentang perbedaan masing-masing sistem sama sekali tidak mengacu pada keunggulan masing-masing. Synthesizer generasi pertama rancangan DR. Robert Moog menggunakan sistem analog. Saat digitalisasi mulai merambah kehidupan manusia modern. Sistem kerja synthesizer pun beralih pada sistem digital. Belakangan sistem digital dirasa tak mampu lagi menghasilkan bangunan bunyi yang thick, warm, and vintage tebal, hangat, antik unik. Disisi lain, orang masih memerlukan teknik pengoperasian yang relatif lebih bersahabat, yang hanya bisa didapat pada sistem digital. Sebagai jalan tengah, dibuatlah synthesizer hybrid.

Hal utama yang merupakan perbedaan mencolok antara synth analog dan digital adalah bahwa synth analog mampu menghasilkan bunyi yang warm atau hangat. Pendapat ini sebetulnya lebih bersifat subyektif. Yang dimaksud dengan warm sebetulnya adalah "kandungan frekuensi tinggi yang lebih sedikit dalam aliran sinyal gelombang bunyi". Fenomena ini secara teknis terjadi karena adanya boost frekuensi rendah. Atau malahan disebabkan kebocoran dari filternya. Manifestasinya adalah saat kita menekan tuts untuk menghasilkan nada, bunyinya akan terkolorasi sehingga kesannya ada penambahan chorus. Tambahan chorus ini secara psikologis memberi kesan thick & warm - tebal dan hangat. Pada sistem digital yang relatif lebih eksak, kebocoran filotrasi jelas tidak mungkin terjadi. Meskipun demikian, agak terlalu subyektif untuk mengklaim bahwa synthesizer digital takkan pernah dapat menyamai ketebalan dan kehangatan synthesizer analog.

Lalu bagaimana sekarang dengan synthesizer hybrid? Untuk berkenalan dengan synthesizer hybrid, ada baiknya kita tengok sejenak prinsip kerja synthesizer.

Tuesday, 8 January 2013

Mengenal MIDI Controller ( Majalah Audiopro Desember 2012 )


MENGENAL MIDI CONTROLLER



MIDI atau Musical Instrument (with) Digital Interface,dapatlah dikatakan sebagai sebuah revolusi dalam perkembangan musik.Sebuah revolusi yang menjadikan pembuatan musik sebagai sebuah ranah yang hamper-hampir tanpa batas.Dengan menggunakan MIDI,alat dan piranti musik bisa saling berkomunikasi.

Banyak pemusik yang masih keliru memaknai MIDI.MIDI bukanlah perangkat.MIDI adalah sebuah sistem.Sebuah sistem komunikasi yang mempergunakan interfasa secara digital.Bentuk komunikasi dengan MIDI pun tidak sepenuhnya sempurna tanpa kekurangan.Sebagaimana layaknya sebuah komunikasi antar person,diperlukan adanya pemahaman “bahasa” untuk sebuah ragam komunikasi yang efektif.Meskipun demikian,peran MIDI tak dapat dipungkiri sangatlah signifikan dalam memberikan paradigma dan cara pandang “baru” dalam produksi musik.


Hal lain,yang masih sering dipersepsikan oleh para pemula adalah bahwa MIDI bekerja bagaikan dua piranti musik yang saling berhadapan.MIDI tidak selamanya tampil dalam format yang sedemikian.Harap diingat kembali bahwa MIDI adalah sebuah sistem dan bukan alat.MIDI bisa tampil dalam bentuk software penulisan notasi musik.Seperti pada software Sibelius,Finale dan juga Capella yang sangat Jerman.Dengan MIDI,seorang komposer bisa secara relative sederhana mendengarkan hasil karyanya yang sudah dia tulis memakai software music notation di laptopnya.

Semesta pembicaraan MIDI dalam ranahnya sebagai sebuah sistem,menyertakan pula sebuah piranti yang fungsi dan peranannya sangat penting.Sebuah MIDI CONTROLLER.Midi controller adalah sebuah piranti pengontrol midi.Midi controller dapat berwujud :
  • Hardware : Dalam hal ini bentuknya menyerupai electronic keyboard lengkap dengan tombol dan tuts,bisa juga berupa mesin seperty tone generator,bisa juga berwujud gitar atau juga alat tiup.
  • Software : Bentuknya adalah piranti visual.
Secara sederhana,Midi Controller berfungsi sebagai pengatur transmisi data dalam sebuah sistem MIDI.

Untuk dapat mempergunakan Midi Controller dengan efisien,adalah baik jika kita secara sepintas mengenal jenis-jenis Midi Controller.

Tradisional Midi Controller
Yang termasuk dalam jenis ini adalah Keyboard Midi Controller.Keyboard MIDI Controller yang sejati,tidak dilengkapi dengan tone generator.Jadi jika sedang tidak melakukan fungsinya,keyboard ini tidak dapat berbunyi.Sebuah intelligent keyboard atau juga synthesizer dan bahkan guitar synthesizer,bisa saja melakukan fungsi sebagai midi controller.Hanya saja,kemudahan manipulasi parameter dan juga detail kemampuan edit bunyi,memiliki “keterbatasan”.jika dibandingkan dengan Midi Controller yang sejati.

Real Time Midi Controller
Yakni Drum Machine dan sampler.Piranti ini memungkinkan untuk dapat leluasa melakukan transmisi,control dan manipulasi data MIDI sembari perform on stage.Hal yang sangat rumit jika dilakukan dengan midi controller yang tradisional.

MIDI CONVERTER
Adalah sebuah piranti yang fungsinya mengkontrol transmisi dari signal analog ke digital untuk kemudian di interaksikan dalam sistem MIDI.Untuk mudahnya,sebuah midi converter,adalah midi controller yang
fungsinya mengubah instrument non elektrik seperti piano akustik misalnya,agar dapat berkomunikasi dalam sistem MIDI.

Sequencer
Sebuah sequencer sebetulnya juga sebuah midi controller.Hanya saja sequencer mengkontrol transmisi data Midi sebagai sebuah sekuens atau pola-pola musik,sebagai sebuah kumpulan data yang sudah tersusun.

Dalam produksi musik,midi controller dibebani dengan fungsi pengaturan parameter yang bisa sangat rumit.Midi controller tidak sekedar berurusan dengan bunyi,melainkan dengan parameter editing bunyi.Pitch bend,modulation wheel,kadar sustain dalam injakan pedal,merupakan hal yang cukup rumit dan kesemuanya harus dapat diatur dengan detail oleh sebuah midi controller.

Pada prinsipnya,pekerjaan midi controller adalah melakukan encoding dan decoding data midi.Dan untuk urusan seperti parameter pitch bend misalnya.Encoding dan decoding data nya dapat mencapai 16.000 steps secara simultan.



Midi controller dapat dikatakan sebuah piranti esensial dalam sebuah sistem.Dan efisiensi penggunaannya hanya memungkinkan jika pemakainya memiliki pengetahuan.Dan langkah awalnya adalah mengenalnya,meski secara sepintas.

Michael Gunadi Widjaja

Saturday, 18 August 2012

Artikel Audiopro (Agustus 2012) "Kawai - The Ultimate Digital Piano"

KAWAI FACTORY TOUR
“THE ULTIMATE DIGITAL PIANO”
Artikel AUDIOPRO, edisi Agustus 2012
Oleh: Michael Gunadi Widjaja



Piano digital sangat berbeda dengan piano elektrik. Piano digital adalah sebuah imitasi dari piano akustik sejati dalam sebuah sistem digital. Ada beberapa merek dan pabrik piano digital. Salah satu yang sudah mendapatkan pengakuan kelas dunia adalah Kawai digital piano.

Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan melakukan Kawai Factory Tour atas undangan pihak manajemen PT KAWAI INDONESIA. Dalam Factory Tour ini saya bersama dengan Jelia Megawati Heru, M.Mus.Edu, seorang music educator dan pianis alumnus Jerman. Selama tur, kami didampingi jajaran manajemen Kawai Indonesia, yakni Bapak Suyono (Manager Quality Control) dan Bapak Oki Hermawan Anggawinata (Manager Marketing). Juga Bapak Gunawan dari jajaran manajemen Kawai elektrik dan direktur utama Kawai Indonesia Mr. Hiroshi Ushio dan executive director Mr. Ichiro Matsuda.

 

Pabrik Kawai digital piano adalah sebuah assembly industry yang terletak di Cikampek. Nama resmi dari pabrikan piano digital ini adalah Kawai Electronic Musical Instrument, dan berada dalam unit produksi Kawai Plant 3. Seluruh proses assembly dikerjakan dengan sarana produksi canggih dan pengawasan kualitas yang prima.

Kawai mengeluarkan berbagai tipe dan seri piano digital, dan terbagi dalam empat kategori:
  • Concert Performance series (CP)
  • Concert Artist series (CA)
  • Portable Digital  (ES & EP)
  • Custom series  (CL & CN)
Tiap seri memiliki keunggulan dan fitur untuk berbagai keperluan. Seri CP misalnya, adalah sebuah masterpiece dengan keakuratan bunyi sangat presisi mendekati bunyi Grand Acoustic Piano.

Yang menjadikan Kawai digital piano berbeda dan unggul dibanding piano digital lainnya adalah bahwa Kawai digital piano memiliki area sanpling yang luas, juga sampling rate yang tinggi. Dan modus sampling ini diambil dari Shigeru Kawai, salah satu grand piano terbaik di dunia. Selain itu, mekanisme touch dari Kawai digital piano juga sangat luar biasa. Hammer action menggunakan compound material, yakni wooden dan bahan composit. Sehingga touch dari Kawai digital piano bukan saja mendekati piano sejati, melainkan sudah sangat persis. Touch respond dan sensitivitasnya sangat akurat, hammer action-nya juga memungkinkan untuk mengeksplorasi tone color.

 
 

Dalam pabrik, Miss Jelia sempat mencoba Kawai digital piano seri CP. Dan ternyata seri CP ini sangat mampu mengakomodasi kebutuhan pianis handal seperti Jelia, terutama ketika dilakukan tes dengan fast repeated hammering technique. Mekanisme hammer Kawai sangat mampu mengakomodasi teknik ini, yang di piano digital merek lain amatlah tidak mungkin.

Piano Kawai termasuk salah satu produk piano terbaik di dunia. Bersama Fazioli, Boessendorfer, dan Steinway & Sons. Nama besar Kawai dan ketenarannya merupakan fusi dari kerja keras, visi yang tajam, keterampilan, keuletan, dan yang terpenting penjiwaan slogan bahwa Kawai akan menjadi “The Future of the Piano”

KAWAI DIGITAL PIANO
“Sounds like playing on a real acoustic piano with responsive sensitive keys”

Tur dialokasikan pada Kawai piano factory plant 1, yakni unit perakitan untuk piano akustik dan grand piano. Sesampainya di Kawai plant 1, rombongan disambut Mr. Hiroshi Ushio (Presdir PT Kawai Indonesia) dan Mr. Ichiro Matsuda (Direktur pelaksana). Sebelum melakukan kunjungan ke pabrik, dilakukan presentasi oleh Bapak Rudi seputar Kawai Indonesia dan product knowledge. Menjadi menarik manakala menelisik sejenak hal-hal penting dalam presentasi tsb, agar setidaknya dapat dijadikan inspiratif tentang filosofi dan etos kerja sebuah pabrik piano terbaik di dunia dalam kiprahnya di tanah air.

SEJARAH KAWAI
(dari ki-ka) Koichi Kawai - Shigeru Kawai - Hirotaka Kawai

Kawai Corp. Didirikan oleh Koichi Kawai. Saat ia memasuki usia remaja, Koichi bekerja di industri piano. Dia adalah anggota kunci tim penelitian dan pengembangan dimana untuk pertama kalinya piano diperkenalkan ke Jepang. Seorang penemu berbakat, Koichi Kawai adalah yang pertama kali merancang dan membangun sebuah aksi piano di Jepang. Ia memegang banyak paten untuk penemuannya dan desain. Perbedaan visi menjadikan seorang Koichi Kawai mendirikan sebuah perusahaan piano sendiri. Pada tahun 1927, Koichi Kawai mendirikan laboratorium penelitian instrumen musik Kawai, dan mempekerjakan tujuh orang kerabat lainnya. Sebagai perusahaan muda, satu-satunya yang mendukung mereka adalah semangat untuk musik dan keinginan untuk memproduksi piano unggul. Prinsip-prinsip dasar Koichi dipusatkan pada kualitasm apresiasi musik, dan pencarian keunggulan.


Impian Koichi Kawai diwujudkan oleh Shigeru Kawai – the successor, anak Koichi Kawai – dalam memperluas fasilitas produksi dan mendirikan sejumlah organisasi untuk mempromosikan nilai musik. Pada 9 Agustus 1927 di Hanamatsu, Jepang, didirikanlah pabrik Kawai yang pertama. Hirotaka Kawai, presiden yang ditunjuk pada tahun 1989, tetap berkomitmen untuk menjalankan tradisi yang ditanamkan oleh ayah dan kakeknya. Dalam menegaskan filsafat mereka, ia menyatakan “At Kawai, th quest for perfection is not just an ideal, but a duty”. Di bawah bimbingan Hirotaka, perusahaan memulai sebuah program yang menginvestasikan puluhan juta dollar untuk mengintegrasikan teknologi robotika ke dalam proses manufaktur. Dia juga memimpin pendirian fasilitas manufaktur Kawai di seluruh dunia. Dengan demikian, tradisi kepemimpinan keluarga di Kawai hidup dari generasi ke generasi.

Kawai Indonesia berdiri tahun 2001, memiliki tiga unit produksi. Kawai plant 1 di Tangerang dan Kawai plant 2 & 3 di Cikampek. Akan segera terealisasi Kawai plant 4. Jika Kawai plant 4 terealisasi, maka akan didapat produk piano yang memproduksi semua produk bahan baku piano yang murni buatan Indonesia. Kegiatan utama unit produksi Kawai adalah perakitan piano dengan jumlah produksi 1000 set per bulan untuk piano akustik dan 6000 set per bulan untuk piano digital. Khusus untuk piano akustik, 40% kegiatan produksinya dikerjakan secara manual, sebagai komitmen Kawai akan hand crafted and precision untuk menghasilkan piano terbaik di dunia.

 Master Piano Artisan (MPA)

Semua produksi Kawai ada dibawah pengawasan sangat ketat dari Master Piano Artisan (MPA). Tingkat tertinggi dari MPA ini baru dapat diperoleh setelah 20 tahun mengenyam pendidikan dan tes, termasuk di Eropa.

ABS-CARBON
“The New Composit for Piano Action Millenium”

Masterpiece piano akustik Kawai adalah Shigeru Kawai grand piano. Menggunakan bahan komposit millenium serat karbon yang disebut sebagai ABS-Carbon (ABS: Acrylonitrile Butadiene Styrene). ABS adalah salah satu bahan yang paling dikenal dari semua komposit modern dalam semua aspek kehidupan, seperti telepon, komputer, peralatan rumah, mobil, sepeda, mobil balap Formula One, instrumen gesek, dan pesawat komersial.

ABS-Carbon merupakan bahan yang sangat kokoh dan kaku, dipergunakan untuk membuat bagian-bagian piano action yang berkenaan dengan:
  • Kekuatan - Lima puluh kali lebih kuat dari bahan kayu, sehingga memiliki daya tahan yang kuat dari perubahan suhu/cuaca 
  • Konsistensi dimensi - Secara signifikan lebih konsisten dalam ukuran dan bentuk dari bahan kayu, sehingga memungkinkan produksi nada yang lebih jernih dan presisi
  • Ketahanan terhadap pembengkakan - Tiga puluh kali lebih tahan daripada bahan kayu, sehingga posisi sekrup pada piano action tetap ketat dan hammer tidak mengalami perubahan, memungkinkan untuk melakukan sentuhan (touch), serta produksi kualitas tone yang konsisten
  • Daya tahan (longevity) dalam rentan waktu yang panjang
Desain ringan membuat piano action millenium III ini sangat cepat dan memudahkan pemainnya dalam melakukan pengulangan (repeated hammer action), dan respons bunyi yang luar biasa. Infus serat karbon ke ABS meningkatkan kekuatan material hingga 90%. Dengan ABS-Carbon, piano action dibuat lebih cepat dan ringan. Sekitar 16% lebih cepat dari bahan konvensional pada umumnya, dan tidak terpengaruh oleh kelembaban udara, sehingga hammer mechanism tidak macet seperti jika memakai bahan dari kayu. Dan pemain mempunyai kemampuan kontrol jari yang tidak tertandingi untuk bermain pianissimo. Selain itu Kawai juga dilengkapi dengan agraffes utillity pada bridge agar posisi dawai tidak mudah bergeser.

Sunday, 29 July 2012

Artikel Audio Pro Juli 2012 "BASS MIXING"

"BASS MIXING"
Artikel Audio Pro Juli 2012 
by Michael Gunadi Widjaja

 


Dalam ranah audio pro, mixing dapat dikatakan sebagai sebuah upaya memberi nyawa pada hasil reproduksi bunyi. Dalam rantai proses rekaman maupun real time perfomance, mixing menjadi sebuah hal yang sangat esensial.

Untuk dapat melakukan mixing dengan layak, seorang sound engineer mengawalinya dengan menanamkan visi pada benaknya. Visi tentang bagaimana kehadiran bunyi hasil reproduksi. Apakah dengan puritas yang sangat presisi atau sepenuhnya berupa artifisial. Pada pelaksanaannya, mixing diberlakukan bagi semua elemen yang akan direproduksi. Tentu dalam hal ini termasuk juga bass atau bass guitar (elektrik).

Keberadaan bass dalam ranah musik modern kian hari kian menjadi sangat esensial. Bass bukan saja sebagi thesis pemberat dalam beat, namun juga dapat mengambil fungsi sebagi cantus firmus (lagu pokok); dan juga dapat memberi nuansa dan warna bagi komposisi musik secara utuh. Dari kenyataan ini, dapatlah dikatakan bahwa bass menuntut perlakuan yang lebih seksama jika ingin direproduksi. Tentu upaya ini akan melibatkan proses mixing, sebuah proses yang bertumpu pada visi dan skill.

Proses bass mixing akan sangat efektif jika didahului dengan sebuah pemahaman bahwa bass (bersama drums) adalah dasar pokok dalam rhythm section. Idealnya bunyi bass adalah punchy atau "nendang", biasanya dirasakan sebagai getaran di dada pendengar. Namun bunyi bass tidak boleh tambun. Bass harus tetap groovy agar dapat  melaksanakan fungsinya memperkaya irama. Dan yang sangat penting adalah bass dalam gelegarnya tidak menutupi bunyi piranti musik lainnya. Untuk menjaga agar bass tetap sebagai bass, dalam mixing kita membutuhkan piranti pembantu, yakni equalizer dan compressor. Proses ekualisasi bertujuan untuk menonjolkan karakter bass dan proses kompresi untuk menjaga rentang dinamika bass yang kadang bisa sangat luas.

PANORAMA

Hal esensial sebelum memixing bass adalah menentukan terlebih dahulu staging bunyi bass. Lazimnya bass menempati panorama sentral. Dalam artian, knob pan pot tetap di tengah. Memposisikan bass pada kanal kiri atau kanal saja, dalam beberapa kasus sangat mengganggu keberadaan hasil reproduksi secara keseluruhan. Faktor lain adalah panorama bunyi bass dalam hubungannya dengan equalizer dan compressor. Apakah akan diekualisasi dahulu ataukah dikompres baru kemudian diekualisasi. Ini bergantung pada visi sang sound engineer.

EKUALISASI

Hal penting dalam ekualisasi bass adalah filtering. Penyisiran dapat dilakukan pada frekuensi rendah terutama kisaran 40 Hz, karena dalam realitanya jarang sekali bass berdentum dalam jangkau frekuensi sedemikian rendahnya. Langkah berikutnya adalah sweeping terhadap frekuensi yang kita rasakan menghambat visi kita akan bunyi bass.

Pada gambar nampak sweeping pada frekuensi 128 Hz dan kisaran 185 Hz yang dipangkas. Dalam kasus tertentu, tidak selalu cut off pada kisaran frekuensi ini dapat menambah kejernihan dan punchy bunyi bass. Tentu hal ini sangat subyektif sifatnya dan sangat bergantung oada visi sang sound engineer.

KOMPRESI

Gambar mengilustrasikan status kompresi. Yang penting adalah memilih ratio kompresi, lazimnya untuk bass adalah 8:1. Jika pemain bass memiliki teknik yang baik, kompresi sangat tidak diperlukan. Karena hanya dengan jarinya, si pemain bass sudah mampu menghadirkan bunyi bass yang stabil dan rata. Termasuk mulus dalam gradasi dinamika.

Memixing bass pada hakikatnya sama seperti bermain bass itu sendiri. Beberapa sound engineer malah berlaku ekstrem dengan hanya memunculkan frekuensi rendah saja. Dan nyatanya dalam music industry belakangan ini, situasi ekstrem tsb. menjadi marak dan malah dapat menjadi semacam warna musikal yang baru.

Monday, 16 July 2012

Artikel AUDIOPRO Januari 2012 "Dasar Mixing untuk Kick & Snare Drum"

Artikel AUDIOPRO edisi Desember-Januari 2012
DASAR MIXING UNTUK KICK & SNARE DRUM
Oleh: Michael Gunadi Widjaja



Drum set (Drums) memegang peranan sangat penting dalam sensi ritme untuk musik modern. Karenanya, bunyi drums yang sesuai dengan visi musikal sebuah sajian musik menjadi hal penting yang tak dapat dihindari. Dan saat kita bicara tentang bunyi dalam ranah visi musikal, kita akan bicara tentang teknik dan proses mixing, yang merupakan sebuah mata rantai dalam proses penyajian sebuah musik.

Sebagian orang menganggap bahwa mixing adalah seni. Sebagian lagi menganggap bahwa mixing adalah paduan antara seni dan kajian ilmiah. Apapun persepsinya, kita dihadapkan pada sebuah keadaan, untuk membuat tulang punggung rhythm section kita berbunyi sesuai visi kita. Lalu, dari mana kita harus memulai me-mix drums kita.

Dari semua elemen musik, drums adalah hal yang paling complicated jika dibawa ke ranah mixing. Nada yang “tersamar”, locus area pad yang sangat luas, semuanya membawa kemungkinana mix yang hampir tanpa batas. Inilah seni tersendiri dalam me-mix drums.


KICK DRUM

Kick drum adalah bagian yang paling esensial dalam drums, bersama snare drum. Dua organum ini adalah basis dari keseluruhan bangunan ritme kita. Kegagalan me-mix kick drum adalah kegagalan keseluruhan struktur bangunan ritme. Secara konseptual, bunyi mix kick drum adalah yang memiliki nuansa: bunyinya harus padat dan “menghujam” (punchy). Low end-nya harus terdengar mantap. Ini penting untuk mendongkrak jangkauan frekuensi bass. Sebagai konsekuensinya, area mid harus dikorbankan dengan cut yang signifikan. Caranya?

MANIPULASI EQUALIZER
Penekanannya adalah pada manipulasi area frekuensi low end. Jika kita merasa unsur bass kurang menghujam dalam kick drums kita, maka kurva frekuensi mestinya dimanipulasi dengan boost sekitar 80 – 100 Hz.

Untuk memperoleh bunyi yang menghujam namun clean, beberapa sound engineering kenamaan melakukan cut pada mid area sekita 200 – 250 Hz. Di samping itu perlu dilakukan uji coba terhadap bunyi saat beater dimanipulasi dengan berbagai teknik oleh si drummer.

SNARE DRUM

Organum kedua dalam drums yang sangat esensial adalah snare drum. Snare drum sangat penting bagi nuansa bangunan ritme secara keseluruhan. Steady backbeat merupakan fungsi utama snare drum. Untuk mendapatkan bunyi snare yang setidaknya “baik” sebagai sebuah material bunyi musikal, kita dapat melakukannya juga dengan:

FILTERING & EQ
Dengan high pass filter kita bisa menapis semua frekuensi di bawah 100 Hz. Ini senantiasa dilakukan sound engineering papan atas sebagai pijakan utama untuk memunculkan karakter snare drum.

Untuk mendapatkan ketebalan bunyi dan karakter material body snare drum dapat diupayakan sedikit saja boost di sekitar area 150 Hz. Di samping filtering dan EQ, sering juga dimanfaatkan compression. Meskipun pennggunaan dan manipulasi teknik kompresi untuk snare drum masih menjadi bahan perdebatan sound engineering, terutama yang berkaitan dengan rasio kompresi.

Mixing drums bermula pada kick dan snare. Setidaknya dengan dua organum tsb, dasar seluruh bangunan ritme kita telah diberi fondasi yang memadai. Upaya selanjutnya adalah melakukan pemolesan organum lainnya. Dan tentu saja visi sound engineering mutlak diperlukan dalam upaya ini.


Artikel AUDIOPRO Maret 2012 "Efisiensi Pemutar MP3 Pada Intelligent Keyboard"

Artikel Majalah AUDIOPRO edisi Maret 2012

EFISIENSI PEMUTAR MP3
PADA INTELLIGENT KEYBOARD
Oleh: Michael Gunadi Widjaja

 


Intelligent keyboard sebagai peranti musikal yang praktis dan berkemampuan tinggi secara terus menerus mengalami perkembangan. Mulai dari desain bentuknya yang ergonomis, sensitivitas tuts, kemampuan multi-track, variant irama & sound, sampai pada kemampuan penyimpanan data. Yang sedang marak saat ini adalah intelligent keyboard yang dilengkapi dengan pemutar mp3.

Sebagian orang tentu akan bertanya: Jika dilengkapi denan pemutar mp3, adakah hubungan fungsional yang signifikan? Apakah hanya berupa tambahan agar intelligent keyboard memiliki tambahan fungsi sebagai tape playback? Adakah manfaat bagi teknik dan juga kemudahan serta kecanggihan sajian musik melalui intelligent keyboard, dengan adanya tambahan pemutar mp3? Pertanyaan tersebut menggelitik dan menunjukkan bahwa dalam batas tertentu kita memang perlu menelisik ulang akan perkembangan teknologi yang terjadi pada intelligent keyboard.

Sebuah intelligent keyboard secara fungsional terdiri dari: 
  • TONE GENERATOR: untuk menghasilkan gelombang bunyi 
  • PROCESSING UNIT: termasuk sequencer internal dan fungsi editing 
  • DATA STORAGE: khusus untuk data storage, intelligent keyboard mengalami tahapan perkembangan yang cukup signifikan. Mulai dari bentuk cartridge, floopy disk, Zip drive, sampai yang masa kini dalam bentuk USB Flash. Sejalan dengan berkembangnya USB Flash inilah pemutar mp3 menjadi fasilitas yang turut melengkapi kecanggihan fungsi intelligent keyboard.

Lalu, apa efisiensi yang bisa kita dapat dengan adanya pemutar mp3 pada intelligent keyboard kita? Jika kita adalah pemain solo keyboard, maka adanya pemutar mp3 memberi efisiensi berupa mutu musik pengiring yang semakin terdengar profesional. Selama ini solo keyboard menggunakan format midi sebagai minus one. Dalam format midi, puritas bunyi tiap peranti musik sangat bergantung pada tone generator, sumber midi asal, dan format midi-nya. Jika midi diproses menggunakan keyboard merek A misalnya, belum tentu bunyinya akan sesuai keinginan jika dimainkan di keyboard merek lain. Se-merk pun belum tentu tata bunyi aransemennya akan terdengar sama. Amat banyak faktor yang mempengaruhi. Dari pemilihan cacah sampling, channel, kemuadian olahan parameter tiap channel midi dsb.

Dengan tersedianya pemutar mp3, maka semua jenis musik karaoke dalam format mp3 bisa diputar di keyboard kita. Dengan jaminan keyboard apapun sejauh dapat memutar mp3 akan menghasilkan tata bunyi yang general dalam arti sama persis file aslinya.

Bagi musisi yang juga arranger, kehadiran pemutar mp3 yang terpadu dalam unit intelligent keyboard juga membawa benefit dan efisiensi dalam pekerjaannya. Kita bisa langsung merekam tiap track melalui software multi-track recording dengan cara real time. Tanpa harus menggunakan midi yang seringkali memusingkan sehubungan dengan setting channel, clock dan juga parameternya. Data yang berupa wav dikompres menjadi mp3, sehingga lebih fleksibel untuk diedit. Hasil akhirnya bisa diputar di keyboard kita sembari kita memberi penambahan seperlunya.

Hingga saat ini memang belum memungkinkan untuk melakukan editing waveform mp3 melalui fasilitas internal keyboard. Namun kehadiran pemutar mp3 sebagai langkah awal telah cukup membawa efisiensi. Dalam kecepatan olahan pekerjaan dan juga mutu penyajian. Dan sebagai konsekuensi dari maraknya pemutar mp3 dalam intelligent keyboard, sebuah produksi musik portabel tidak lagi hanya berupa satu peranti. Kehadiran laptop dan/atau PC semakin mutlak diperlukan. Dalam soal efisiensi, langkah pekerjaan kita memang dimudahkan, namun kemudahan itu juga membawa kompleksitas berupa unit yang menjadi tersistematik.