Thursday, 28 February 2013

Mengenal Aspek Kompositoris dalam Transkripsi Musik BACH ( Bagian 1 )



Mengenal Aspek Kompositoris dalam Transkripsi Musik BACH (Bagian 1)




Pengantar
Musik String tanpa iringan karya JS Bach telah mengalami serangkaian transkripsi yang hampir secara terus menerus-. Proses transkripsi tersebut sebetulnya diprakarsai oleh Bach sendiri dan segera diikutioleh para lutenists dan pemain piano,sampai sekarang. Adaptasi lebih lebih mendalam untuk karya JS Bach juga terjadi pada abad kesembilan belas.Termasuk pada apa yang telah dilakukan orang-orang seperti Robert Schumann dan Felix Mendelsohn. Keduanya melakukan adaptasi untuk karya-karya biola,dan seringkali membuat juga score pengiringnya.Termasuk untuk karya solo biola dari Bach yakni Chaconne Violin in D-minor. Adaptasi Chaconne ini dalam versi Johannes Brahms diperuntukkan  piano,dan hanya untuk kiri saja.Pengadaptasian seperti apa yang telah dilakukan Brahms,diikuti oleh versi yang lebih baik- oleh Ferruccio Busoni, yang dapat tetap menampilkan nuansa asli Bach dalam lapisan tekstur yang pianistic. Pada awal abad 20 Leopald Godowsky meluncurkan edisi keyboard-nya dari Suites Cello Bach, namun dengan transkripsi yang "sangat bebas." Setelah itu, banyak transkripsi  muncul untuk hampir setiap instrumen, bahkan untuk orkestra penuh.

Selain menegaskan perjalanan panjang musik Bach, adaptasi dan transkripsi menunjukkan pula,bahwa terjadi tingkat perubahan yang diperlukan dalam rangka untuk sepenuhnya lebih memahami musik Bach,dalam konteks  instrumen harmonik yang dikenal. Namun, belum lama ini dalam literatur untuk gitar – ( yang mungkin lebih banyak dibandingkan instrumen lainnya ) – telah terjadi kecenderungan yang lebih ke arah penafsiran atau interpretasi ( Bukan sekedar transkripsi dan adaptasi semata ), dengan tetap menghormati isi catatan-dokumen asli Bach. Tidak diragukan lagi telah terdapat dua macam pendekatan, Satu pendekatan yang berasal dari inspirasi Bach sendiri. Dan satu lagi lebih bersifat penafsiran atau interpretasi.Yakni dengan meniru teknik kompositoris Bach.


1. Struktur musik String tanpa iringan JS Bach

1.1 Gaya Retoris
Dalam budaya Greco-Roman ( Romawi Yunani )dukenal prinsip=prinsip tentang  pidato dan retorika.Dalam proses komposisinya,music  Baroque terdiri dari perluasan ekspresif struktur kontrapungtal yang mendasarinya. Terdiri dari: Penemuan atau ide (inventio), Reealisasi bentuk dasar, Perluasan kerangka kontrapungtal (dispositio).

Pererluasan kerangka kontrapungtal dilakukan  dengan apa yang disebut sebagai figurasi retoris (sebagaimana layaknya orang mendekorasi), dan presentasi akhir dari komposisi tersebut akan selesai pada bagian yang disebut Pronunciato .

Dengan demikian sebetulnya dapatlah dikatakan bahwa proses retorika terletak di jantung pemahaman tentang gaya komposisi.
Pemunculan gaya retorika yang ekspresif, yang sering diistilahkan sebagai prattica seconda, berakar pada lagu penguburan Italia:Berupa paduan suara dalam alur yang diupayakan untuk ekspresif, tanpa pengiring. Sangat kontras jika dibandingkan dengan polifoni multi-bunyi yang rumit dari jasman Renaissance. Yang lazim diistilahkan sebagai prattica prima.

Adapun tujuan dari monodists (jalur bunyi tunggal ) adalah untuk menghasilkan sebuah musik yang paling ekspresif yang saat itu seringkali berpangkal tolak dari sebuah teks sastra . Hal sedemikian ini,menurut pemikiran yang berkembang saat itu, dirasakan dapat dicapai hanya melalui bunyi tunggal yang, dan iringan harmonik dianggap hanya mengganggu saja, 

Ada terbersit pula pemikiran saat itu untuk mengungkapkan isi emosional dari setiap kata yang dianggap ekspresif , dengan cara dinyanyikan . dari konsepsi pemikiran tersebut,kemudian  lahirlah sebuah kumpulan kosakata yang sifatnya ornamentik. improvisatif .Juga dikenal adanya figurasi retorika ekspresif yang dikenal para komposer hingga sekarang.

Pengaruh polifoni
jaman Renaissance (yakni prattica prima) ternyata tidak dapat bertahan .

Dan pada akrirnya, terjadi pertemuan kedua gaya komposisi ( Prattica Prima dan Prattica Secundo ) yang  memunculkan gaya yang sama sekali baru dalam penulisan music untuk vokal. 

Gaya baru hasil pertemuan kedua gaya tersebut ,dasarnya  terletak pada fungsi ganda dari alur melodi, yang sekarang berfungsi tidak hanya sebagai sikap retoris ekspresif, tetapi juga menjadi memungkinkan bagi  bagian suara tunggal yang akan dibangun untuk memberi kesan sebagai     “pintu masuk “ bagi suara "kedua" dalam form dialog dengan suara "pertama." Musik string tanpa iringan karya JS Bach memiliki gaya retorika yang sedemikian itu.

Wednesday, 20 February 2013

Canon in D dari Johann Pachelbel dalam sekelumit catatan



Canon in D dari Johann Pachelbel dalam sekelumit catatan



Secara sederhana,dapatlah dikatakan bahwa Canon adalah sebuah teknik dqlqm komposisi.Secara esensial,Canon adalah salah satu manifestasi teknik kontrapunktal.Dalam Canon dikerjakan imitasi dari frase melodi yang dilakukan setelah periode yang sudah ditentukan komposernya.

Canon in D dari Johann Pachelbel adalah salah satu bentuk Canon yang paling populer sekaligus masterpiece dari Pachelbel.Canon in D menjadi menarik untuk dicermati,dikarenakan hal hal berikut :

Bahwa Canon in D adalah sebuah karya yang Jerman banget sekaligus Baroque banget.Artinya karakter dalam karya ini sudah terpatri dengan sangat tegas.

Hal kedua adalah bahwa Canon in D digubah Pachelbel sebagai sebuah hadiah pernikahan.Peristiwa paling sakral dalam carut marut hidup manusia.Canon ini dihadiahkan bagi pernikahan Johann Christph Bach yang adalah kakak dari Bach sekaligus murid resmi Pachelbel.



Hal ketiga adalah bahwa Canon ini dalam lanskap kompositorisnya sangat unik.Aslinya diperuntukkan bagi 3 biolin dengan satu pengalun basso continuo.Jadi Canon ini tidak seperti Canon tradisionil yang semata merupakan imitasi melodi.Dalam Canon in D imitasi melodi tersebut dikawinkan dengan basso continuo.Sehingga lahirlah sebuah struktur harmoni yang berdasar pada alur bass continuo nya.

Tingkatan harmoni yang terbentuk dari perkawinan imitasi melodi dan basso continuo adalah sebagai berikut :

1
D major
I
2
A major
V
3
B minor
vi
4
F♯ minor
iii
5
G major
IV
6
D major
tonic
I
7
G major
subdominant
IV
8
A major
dominant
V






Pola Basso Continuonya sendiri,hanya terdiri dari frase sepanjang 2 bars yang berulang terus menerus.Secara formal,bentuk alur bas yang demikian lazim disebut juga sebagai PASSACAGLIA

.Dengan demikian,Canon Pachelbel adalah sebuah Canon dan sekaligus juga sebuah Passacaglia.Dan ada satu lagi aplikasi yakni bahwa Canon ini dapat dibunyikan bersama dengan format gubahan berupa GIGUE.

Berikut adalah pola Basso Continuo :



Imitasi melodinya dapat ditelaah alurnya sebagai berikut :

 

 

Wednesday, 6 February 2013

"Gimana Sih Caranya Biar Bisa Improvisasi?" - Artikel Staccato Februari 2013


“GIMANA SIH CARANYA 
BIAR BISA IMPROVISASI???”
Artikel Staccato Februari 2013 
Oleh: Michael Gunadi Widjaja


Improvisasi dapatlah dikatakan sebagai jiwa musik Jazz dan unsur spontanitas dalam improvisasi Jazz, adalah hal yang paling banyak diminati, sekaligus menarik perhatian. Terutama bagi siswa musik yang sedang hangat-hangatnya mencapai grade intermediate. 

Yang menjadikan unsur spontanitas dalam improvisasi menjadi menarik adalah kekaguman. Kekaguman terhadap,bagaimana mungkin lagu seperti BURUNG KAKATUA diolah dan dibelok-belok dengan tingkat virtuositas yang tinggi. 

Berbagai cara dan metode sebetulnya sudah diperkenalkan, ditelaah dan dikaji seputar cara berimprovisasi. Mark Levine misalnya. Dalam visi pengajarannya, Mark Levine menjadikan ranah improvisasi sebagai bidang telaah sebagaimana ilmu kontrapunkt dalam musik Klasik. Kemudian terdapat juga pengajaran dari para master Jazz, yang lebih menekankan pada kepekaan instingtif seputar rasa. Yang diperoleh dengan cara mendengar dan mendegarkan seaktif dan seinteraktif mungkin.


Hal yang nampaknya paling masuk akal dan pas untuk ditengarai lebih lanjut adalah “nasehat” dari Billy Taylor. Billy Taylor adalah pianis Jazz legendaris. Pada esensinya, nasehat Billy Taylor berbunyi begini: 

“Berimprovisasi sama halnya dengan mengemukakan gagasan dan pikiran kita 
dengan menggunakan kata-kata. 

Seorang improvisatoris Jazz yang baik adalah sama dengan seorang ahli pidato. 
Dia tidak hanya harus paham betul makna kata, 
tetapi harus juga paham betul dalam situasi yang bagaimanakah 
kata tersebut harus dimunculkan…. 

Demikian juga dengan nada-nada musikal yang dipergunakan dalam improvisasi”. 

Lebih lanjut, Billy Taylor mengemukakan tips, bagaimana secara praktis kita mengolah rasa dalam improvisasi. Tentang apa yang dapat dilakukan pada sebuah frase yang akan di improvisasi. 
  • Mengubah pola ritmik frase 
  • Mengubah harmoni 
  • Mengubah dan mengembangkan melodi 


Tentu saja dalam kenyataannya tidaklah semudah itu. Meski nasehat Billy Taylor tetap dapat dikatakan praktis, pas, dan masuk akal. Hal pertama yang harus dipahami jika akan memulai belajar improvisasi Jazz adalah skill level kita. Sangat disarankan agar setidaknya kita berada dalam grade 5 versi ABRSM. Logikanya begini: Jika kita sudah di grade 5, diandaikan semua hambatan teknis bermain instrument dapat dieksplor mandiri. Sebab bagaimanapun, improvisasi sangat menuntut teknik permainan instrument. 

Hal lainnya adalah kita mesti memiliki pemahaman tentang sejarah Jazz. Termasuk referensi permainan dan licks dari para master Jazz. Hal ini sama dengan ahli pidato yang harus membaca banyak buku agar muncul ide tentang apa yang harus dia katakan di depan khalayak. 

Pengetahuan seputar Harmoni dan Progressinya juga merupakan dasar belajar improvisasi Jazz. Agar tidak terlalu lama dan tidak bosan, kita bisa memulai hal yang sederhana, yakni pemahaman akan akor dasar: MAYOR, MINOR, DOMINANT, HALF-DIMINISHED. Dalam music Jazz, bentuk dasar akor semacam ini dikembangkan lagi.Misalnya dengan perluasan menjadi akor SEPTIM. Jadi misalnya kita bermain dalam kunci nada C, kita akan mendapati rangkaian akor sebagai berikut: 

CMaj7 - Dmin7  - Emin7 - FMaj7 - G7 - Amin7 - Bmin7(-5) - CMaj7 

Akord-akord tersebut bisa dibunyikan dalam 12 kunci nada, sambil kita cermati karakter bunyinya. 

Setelah kita akrab dengan bunyi dan karakter bunyi dari akor-akor septim dalam 12 kunci, kita akan mulai berlatih dengan progresi atau gerakan akor. Progresi yang paling terkenal adalah progresi II – V – I 
  • Untuk kunci nada C Mayor, kita dapati: Dmin7 - G7 - CMaj7 
  • Untuk kunci nada G Mayor, kita dapati: Amin7 - D7 - GMaj7 
  • dan seterusnya dalam 12 kunci nada. 
Persoalan kita sekarang adalah bagaimana mengisi melodi pada progresi akor kita. Bisa dilihat pada contoh yang telah saya siapkan: 



Jika kita perhatikan, melodi yang muncul tidaklah semuanya melulu hanya nada pembentuk akord CMaj7. Terdapat juga nada D-sharp dan D-flat dan bahkan F-sharp. Fungsi nada-nada tersebut adalah sebagai “jembatan” untuk memuluskan alur progresi, juga memperkuat sifat progresif akord tersebut. Misal akord CMaj7 dengan penambahan nada D akan menjadi CMaj7(9). 


Sekarang mari kita cermati contoh berikut yang sudah saya persiapkan untuk Anda, sbb: 


Terlihat dalam contoh bahwa telah dibangun sebuah pola ritmik baru. Dalam hal ini saya mengacu pada penggunaan TRIPLET. Jika dicermati, nada-nada dalam contoh ke-2 adalah pengembangan saja dari contoh yang pertama. 

Dalam prakteknya tentu semua itu tidaklah sederhana. Namun setidaknya kita sekarang sedikit dibekali akan apa yang akan kita hadapi dan bagaimana sikap kita untuk dapat belajar improvisasi Jazz dengan pas.


Saturday, 19 January 2013

DARI LEONARD BERNSTEIN UNTUK ORANG MUDA


DARI LEONARD BERNSTEIN UNTUK ORANG MUDA


 

Leonard Bernstein bukan saja seorang maestro musik.Melainkan juga seseorang yang memiliki kepedulian terhadap orang muda.Bagi Leonard Bernstein,musik bukan sekedar area vitalitas bagi orang muda,melainkan sebuah media untuk membantu membawa kehidupan kepada tatanan batin yang lebih termuliakan.




Pada 18 Januari 1958,Bernstein membuat proyek LEONARD BERNSTEIN FOR YOUNG PEOPLE. Proyek tersebut dilaksanakan,setelah dua minggu Bernstein diangkat menjadi Direktur New York Philharmonic.Benytuk proyeknya adalah sebuah paket acara.bernstein menyempatkan diri memimpin dan mengarahkan sebuah orkestra beranggotakan orang-orang muda.Disamping itu diadakan pula diskusi musik,termasuk diskusi tentang musik Jazz.Ada sekitar 52 konser yang dilakukan Bernstein dalam setahun untuk proyeknya ini.




Dalam salah satu sesi,Bernstein mengawali sebuah diskusi dengan mengajukan pertanyaan :

WHAT IS MUSIC ?

Kemudian Bernstein memutar rekaman OVERTURE WILLEM TELL.Langsung secara spontan orang-orang muda,termasuk yang berusia di bawah 10 tahun,saling berceletukan… :  “oh…itu musik LONE RANGER…”.(sebuah serial TV tentang cowboy bertopeng hitam dan berkuda putih,yang di masa itu sangat popular).Kemudian Bernstein memutar potongan film yang lain,tapi bertema sama dengan Lone Ranger,dan diberi musik yang sama…ternyata nuansanya pas-pas saja.

Jadi,menurut Bernstein…


 MUSIK TIDAK MENGABDI PADA APAPUN DAN SIAPAPUN….MUSIK SENANTIASA MAMPU MEMBAHASAKAN DAN BERKISAH TENTANG DIRINYA SENDIRI.





Friday, 11 January 2013

BEBERAPA ANGAPAN YANG KELIRU TENTAN PENDIDIKAN MUSIK


BEBERAPA ANGAPAN YANG KELIRU TENTANG PENDIDIKAN MUSIK



Sebelmnya perlu diberi penekanan,bahwa yang dimaksud dalam artikel ini adalah PENDIDIKAN MUSIK DAN BUKAN SEMATA PEMBELAJARAN MUSIK.

Anggapan 1

Dengan guru yang artis terkenal,maka ajan didapat pendidikan musik yang maksimal bagi anak.

Anggapan ini jelas keliru.Artis terkenal memang sangat piawai dalam teknik permainan dan performance.Namun,pendidikan musik menuntut sesuatu yang berbeda.Pendidikan musik lebih terarah pada passion atau hasrat dalam bermusik.Untuk itu,diperlukan adanya pengetahan tentang metodik,didaktik,paedagogik dan tentu saja psikologi pendidikan.Dan sangat langka seorang artis sekaligus memiliki pengetahuan yang mendalam terhadap kebutuhan pendidikan musik secara utuh.

Sangat disarankan agar mencari guru musik yang sejati.GURU MUSIK.Dan bukan sekedar instruktur musik.Kita dapat melihat profil si guru.Melalui facebook nya,Blog nya,Twitternya.Dan yang lebih pentingadalah apa yang sudah dia buat bagi anak didiknya.Dalam konser misalnya.Anak didiknya harus passionate bermain.Dan BUKAN SI GURU ITU yang jadi narsis gak ketulungan.


Anggapan 2

Sekolah musik yang terkenal pasti memiliki mutu pendidikan yang baik.

Sekolah musik berbeda dengan sekolah formal.Banyak orang mendirikan “sekolah musik” namun pada intinya yang dia dirikan adalah kursus dalam kelas abal-abal.Terkenalnya sebuah sekolah musik,sama sekali bukan berarti institusi tersebut menawarkan pendidikan m usik yang bermutu.Sangat banyak di Indonesia,sekolah musik terkenal yang tenar karena hanya rajin pasang iklan.Juga karena pemiliknya adalah boss pertambangan.Ada juga yang terkenal karena mendompleng sebuah perusahaan konglomerasi.

Ada dua hal yang penting dalam pendidikan musik :

Penyaluran ekspresi dan kreasi melalui musik

Aktualisasi diri. (konser,ujian,tour performance)

Sekolah musik hanya mampu untuk hal yang kedua.Dikarenakan sebagai sebuah lembaga,sekolah musik memiliki banyak relasi dan relative bisa mendapat sponsor.Untuk penyaluran ekspresi dan proses kreatif,tetaplah dibutuhkan guru yang benar-benar seorang pendidik dalam bidang musik.


Anggapan 3

Pendidikan musik yang baik harus dimulai dari belajar musik klasik.

Anggapan ini tidak salah sepenuhnya.Kenyataannya di jaman sekarang,banyak metode pendidikan musik yang baik,dan sama sekali tidak berbau musik klasik.

Bukan klasik atau tidak klasiknya yang penting.Yang paling penting adalah,sejauh mana guru dapat menanamkan passion sedini mungkin pada siswanya.Berpendidikan musik tidak sama dengan pencinta musik klasik


Anggapan 4

Pendidikan musik itu sebuah ranah edukasi yang sangat mahal

Dalam batas tertentu,anggapan ini hanya keliru.Kenyataannya,piranti musik menjadi semakin terjangkau.Ada piano digital Kawai yang sangat baik yang mampu menandingi piano sejati.Beberapa music educator juga sekarang ini memasang tariff yang masih bisa terjangkau.Yang jadi masalah adalah buku-buku musik.Namun dalam beberapa kasus,kita bisa mendownload gratisan.Tentu saja dalam situs yang sudah menjadi public domain.


Anggapan 5

Jangan jadi pemusik,karena masa depan pemusik itu suram

Yup..yap…ok..ya..yes..O can except it.TETAPI……..

Harap diingat bahwa pendidikan musik itu sama sekali tidak punya tujuan membuat anak menjadi pemusik.Sama sekali tidak.Tujuan utama pendidikan musik adalah menanamkan musical passion.Sehingga orang dapat mengaktualisasi diri dengan cara yang sehat.Yakni seni.Sebuah ranah estetis dan merupakan bagian paling hakiki dari hidup seorang manusia.

Tuesday, 8 January 2013

JAZZ FORM ( Majalah STACCATO edisi Januari 2013 )


JAZZ FORM
by: Michael Gunadi Widjaja
Article STACCATO, January 2013



Indonesia pernah memiliki sebuah kelompok Jazz yang solid dan berkelas dunia.Kelompok ini menamakan dirinya INDONESIAN ALL STARS dan terdiri dari Bubi Chen (piano),Jack Lesmana (guitar),Benny Mustafa (drums),Yopie Chen (bass) dan Maryono (sax,flute).Pada dekade 60an kelompok ini berlaga di festival Jazz international di Jerman dan Belanda dengan diperkuat Tony Scott,seorang klarinetis kebangsaan Amerika.Waktu itu Indonesian All Stars membawakan lagu-lagu tradisional daerah Indonesia dengan arransemen yang merupakan fusi antara ragam music tradisi dan Jazz.Dunia saat itu terkesima.Kagum,bagaimana ILIR ILIR bisa bercampur padu dengan latin Jazz setelah sebelumnya thema dibunyikan secara gendhingan.Demikian juga JANGER BALI.Orang menjadi heran dan terkesima,bagaimana mungkin gamelan Bali bisa mix sempurna dengan Swing Jazz.Sukses ini dalam decade 90an diulang lagi oleh KARIMATA dengan bintang tamu Bob James,Lee Ritenour,Phil Perry.

Sukses Indonesia dengan menghadirkan Jazz Mix Culture,menyisakan sebuah pertanyaan menarik.Sebetulnya seperti apakah form atau bentuk sajian music Jazz?Apakah berbentuk baku,apakah berbentuk baku dengan variasi,atau apakah dapat bebas sebebas bebasnya.JIka memang bebas se bebas bebasnya,apa rambu-rambu panduannya?Karena jangan-jangan bisa saja topeng monyet + jaipong+ swing+ dang dut cabul disebut sebagai jazz.Yang jikapun hal demikian terjadi,tidaklah terlalu salah untuk tetap mengklaim sebagai sebuah sajian Jazz.




Namun demikian,orang membutuhkan sebuah pernyataan yang sedekat mungkin dengan sebuah batasan.Bagaimana atau apa sebetulnya JAZZ FORM itu.Dengan kata lain,perlu ada upaya pendeskripsian tentang forma atau bentuk sajian Jazz.Upaya ini meski tidak menarik dan dari segi dagang sama sekali tidak berguna,tetap penting bagi upaya mencari terobosan tanpa henti,pada ranah kreatif music Jazz itu sendiri.
Untuk member paparan tentang JAZZ FORM,kita akan bertolak dari improvisasi.Yang adalah jiwa dari Jazz.Lagu Misty dan Blusette dari Toots Thilemans adalah dua lagu yang paling dikehendaki musisi Jazz untuk di improvisasi.Karena alur melodi dan harmoninya banyak membuka “peluang” bagi pengembangan tematik melalui improvisasi.Pada awal perkembangannya,improvisasi dilakukan pada lagu pop,himne rohani dan melodi blues,juga lagu mars tradisionil.Awalnya,pemusik Jazz hanya memberi variasi saja pada bentuk lagu tersebut.Belakangan,kreatifitas improvisasi merambah juga pada perubahan struktur melodi dan struktur harmoni bentuk lagu.

Dalam era Swing lagu pop dan melodi Blues divariasikan dan pengembangannya ada sebagai bentuk solo atau berupa Riff.Pada tahun 40an era BE BOP mulai marak.Dalam era Be Bop ini melodi lagu pop dan Blues mulai diubah.Hanya progresi harmoninya saja yang dipertahankan sebagai kerangka improvisasi.Kemudian pada akhir sajian,biasanya melodi tampil sebagaimana bentuk aslinya (sebelum diubah).

Di tahun 1960an mulai muncul dan dikenal apa yang dinamakan sebagai JAZZ MODAL.Sajian Jazz yang menggunakan lebih dari satu tangga nada.Dalam Jazz Modal,bukan melodi pop yang diubah.Jazz Modal memakai struktur lagu pop.Jadi tidak lagi bermain dengan mengubah melodi lagu pop melainkan memakai Pop Form sebagai lanskapnya,

Sejak munculnya era Free Jazz dan Jazz Rock,format lagu pop sebagai bahan utama improvisasi mulai ditinggalkan.Bentuk improvisasi Free Jazz dan Jazz Rock malahan terkadanga sama sekali tak berkait dengan melodi pokok.

Sepertinya sedikit menarik mengamati Jazz Form sebagai sebuah pengembangan improvisasi.Para pemusik Jazz umumnya membagi thema yang akan diimprovisasi ke dalam unit-unit berdasarkan jumlah birama.Tiap unit dikenal sebagai TRADING.Jadi terdapat Trading Eight untuk delapan birama,trading four untuk empat birama dan seterusnya sampai hanya single trading alias cuma satu birama saja.Jadi jika misalnya disepakati memakai TRADING EIGHT maka yang terjadi adalah sax solo sepanjang 8 bars,kemudian gitar 8 bars dan bass,piano masing-masing 8 bars.Bisa berpatokan pada melodi asal atau sejak era Free jazz bisa sama sekali tak ada kaitan dengan melodi pokok/asal.

Dalam perkembangannya,music jazz mencatat nama-nama yang merupakan penemu dan juga pengembang Jazz Form.Mereka adalah : Duke Ellington,Sun Ra,John Coltrane,Miles Davis,Charles Mingus dan Anthony Braxton.

Untuk lebih memperjelas persepsi kita tentang Jazz Form ada baiknya kita tilik sejenak bagaimana lagu Pop dapat menyemburatkan pengaruh dalam bentuk music Jazz.Terlebih dahulu perlu diberi penekanan dalam tulisan ini,bahwa music Pop yang dimaksud adalah music Pop did an dari Amerika.Negara yang merupakan cikal bakal lahirnya Jazz.Pada awal abad 20,thema music Pop di Amerika sangatlah luas.Mulai dari lagu ulang tahun anak-anak,lagu percintaan,lagu tentang Tuhan,lagu tentang keindahan alam,sampai dengan ocehan pemabuk.Di kemudian hari,lagu Pop sangat didominasi oleh lagu-lagu bertema cinta.Antara tahun 1920 hingga tahun 1940 lirik bukan lagi merupakan hal utama dalam music Pop.dalam situasi seperti inlah kemudian Jazz seakan menawarkan “napas baru” dalam semesta music Pop.Sebuah napas baru yang member variasi pada melodi,yang seolah mempercantik kembali nuansa Pop yang mulai lekang dan nyaris pudar oleh trend masyarakat saat itu.

Bentuk jazz atau jazz Form pada masa awal perkembangan jazz,juga didominasi oleh pengaruh Blues.Blues dapatlah dikatakan sebagai music Afro-American.Perdebatan sengit terjadi berkaitan dengan bagian manakah dari Africa yang dapat ditengarai sebagai “ibu” dari music Blues.Bukti penelusuran musikologis menunjukkan bahwa daerah SUDAN adalah daerah yang memberikan kontribusi sangat besar bagi perkembangan music Blues.Perkembangan music Blues dapatlah dikatakan bernasib sama dengan music Pop.Sama-sama mengalami DEVOLUSI.Alias semakin lama bentuk atau form nya semakin sederhana dan semakin bersahaja.Terlepas dari devolusi yang menyertai perkembangannya,satu elemen Blues yang sangat besar pengaruhnya dalam Jazz Form adalah titi laras blues itu sendiri.Titi laras dalam Blues dikenal sebagai BLUE NOTE dan dalam esensinya Blue note tidak memiliki certain pitch atau tala standar baku.Sama seperti konsep titi laras pada music tradisional termasuk gendhing dalam gamelan Jawa.

Secara khusus perlu dikedepankan suatu kenyataan,bahwa sebetulnya telah lama Jazz Form mengikuti bentuk music Blues.dalam hal ini adalah 12 Bars Blues,yang berisi 3 frase dalam tiap 4 birama.Frase-frase dalam Blues berinteraksi berupa Asking and Answering Phrase.Atau frase tanya dan jawab.Perkembangan progresi harmoni Blues juga merupakan varian dari progresi harmoni Blues tradisional yang menggunakan pola progresi :

I7   IV7   I7   V7  (IV7)   I7

Dalam Blue Note,secara khusus oleh beberapa pemusik Jazz,dikedepankan pula Tangga nada Blues atau Blues Scale.Banyak interpretasi di seputar tangga nada Blues.Ada yang menganggap bahwa Blues Scale adalah pentatonic Scale,dan ada pula yang menyatakan bahwa cirri dan jiwa dari Blues scale adalah adanya “bending” notes yang memberikan warna “bluesy” atau ratapan.

Bentuk pengembangan dari Jazz Form adalah apa yang dikenal orang sebagai Jam Session.Sebetulnya jam session adalah penerapan semua Jazz Form secara sangat informal atau tidak resmi.Kegiatan Jam Session atau jamming pada masa awal perkembangan Jazz kerap kali dilakukan.terutama di kalangan pencinta Jazz setelah jam kerja rutin mereka berakhir.Yang terjadi dalam Jam Session sebetulnya adalah kulminasi dari kreatifitas dalam ranah informal.Dalam Jam Session para peserta terlebih dahulu menyepakati materi dasarnya.Bisa berupa lagu atau hanya rangkaian progresi akord yang sangat lazim dan wajib diketahui oleh orang yang ingin main Jazz.Kemudian tiap-tiap peserta berimprovisasi,saling menunjukkan jati diri dan juga sekaligus membuka dan menjalin dialog dengan pemusik lainnya.Jam Session mencapai masa keemasan ketika Norman Grans Jazz mengusung Jam Session dalam The Philharmonic dan membawanya keliling dunia.

Jika ditilik secara lebih khusus dan mendalam,dalam hubungannya dengan BENTUK DAN ANALISA atau FORM AND ANALYSIS,Jazz Form termasuk bentuk lagu yang sangat sederhana.Jazz Form lazim lahir dalam bentuk : 

·         AABA.Umumnya memiliki panjang 32 Bars.Bagian B disebut “Bridge” dan seringkali sangat kontras dengan bagian A.
·         ABAC. Bentuk ini bisa terdiri dari 16 Bars,32 Bars atau 64 Bars

Pengetahuan seputar Jazz Form adakalanya bisa menjadi bekal untuk dapat mengeksplorasi Jazz itu sendiri.Bermain jazz sangat bergantung pada Passion.dan passion hanya dapat tercapai jika kita memiliki pengetahuan tentang jazz.Dan pengetahuan tentang jazz dapat diawali dengan menelaah bentuk sajiannya.

Michael Gunadi Widjaja