Wednesday, 31 December 2025

SWIFTNOMICS - by: Michael Gunadi | Staccato, January 2026

SWIFTNOMICS
By: Michael Gunadi
Staccato, January 2026

 

Dunia pernah mengalami masa kegemilangan dan kejayaan luar biasa dari industri rekaman. Para tokoh dunia musik hiburan menjadi ikon sekaligus “superhero” bagi ukuran keberhasilan kehidupan. Popularitas nya mengalahkan profesi profesi agung di dunia. Dokter, pengacara, insinyur menjadi nampak nisbi dibanding kesuksesan para pelaku industri musik masa itu. Bukan hanya musik hiburan atau lazim dikenal sebagai Musik Pop atau Popular. 


Musik Klasik pun turut menikmati kejayaan dan kegemilangan industri musik. Dunia terkesima, takjub, ternganga. Melihat charming dan spektakulernya glamorous kehidupan seorang Leonard Bernstein sang dirigen. Dunia juga berdecak kagum melihat gaya hidup Herbert Von Karajan sang Maestro dirigen. Bergelimang harta. Punya Private Jet yang untuk ukuran jaman itu adalah sebuah kekayaan yang hanya bisa di dapat oleh para Pangeran Arab sebagai Raja Minyak. Karajan juga mengkoleksi Mobil balap dan selalu bersantap dengan hidangan dengan bahan bahan premium dari berbagai belahan bumi.

Monday, 1 December 2025

Masa Depan - by: Michael Gunadi | Staccato, December 2025

MASA DEPAN
By: Michael Gunadi
Staccato, December 2025

 


Sebetulnya, sebelum membaca artikel ini, sangat disarankan agar Anda tidak menjadi sok moralis. Tidak menjadi sosok yang belagu dan gagahan untuk bersikap selalu optimis. Saya pribadi memiliki prinsip, dan tentu ini tidak berarti bahwa anda diharapkan mengikuti prinsip saya, yakni bahwa seseorang dapat menjadi optimis jika dia tahu betul apa yang akan dia hadapi. Optimisme bukanlah kecemasan yang diselubungi sikap seolah tabah. Apalagi mengharap kuasa langit untuk campur tangan. Jangan dikecohkan antara optimisme dengan perjuangan realita. Kuasa langit pun dalam berbagai torehan sejatinya menorehkan pesan bahwa manusia, selagi dia masih menganggap dirinya fana, harus wajib untuk menghadapi realita dan berjuang.


Tulisan ini saya batasi dalam ranah Musik Klasik saja. Kenapa? Ya karena yang Pop, Jazz, Non Klasik sudah ada campur tangan industri. Meskipun bisa juga jatuh bangun, namun industri senantiasa terpaut dan terkait dengan kapital atau modal usaha yang adalah urat nadi semua pergerakan di dunia ini. Industri hampir selalu pasti mempertahankan eksistensinya meski seringkali harus menggerus idealisme dan ide-ide kreatif. Musik Klasik sejatinya tidak sepenuhnya ditopang dan dihidupi dengan cara-cara semacam itu. Sebab sekali saja Musik Klasik ditopang oleh industri, maka ia tidak akan lagi menjadi klasik. Ia akan menjadi entitas ekonomis belaka. Apa dampaknya? Asupan terhadap seni bunyi yang menginspirasi kalbu bening menjadi dipertanyakan.